Senin, 05 November 2018

Benefit Dari Bermain Media Sosial


Benefit Dari Bermain Media Sosial

Mungkin kita telah terbiasa mendengar sederetan "kabar buruk" yang mengikuti keberadaan telepon selular dan akses ke media sosial.

Mulai dari potensi pemicu depresi bagi penggunanya, merusak hubungan sosial, hingga dampak buruk bagi kualitas tidur.

Namun, di antara semua keburukan itu, sesungguhnya tidak melulu hal negatif yang muncul dari keberadaan media sosial.

Ada hal-hal yang bisa mendatangkan kebahagiaan dan berdampak positif bagi kesehatan, selama kita bisa menggunakan media sosial dengan bijak.

Cobalah simak uraian di bawah ini. Tentu sulit untuk tidak setuju dan mengamini bahwa media sosial bisa menjadi sesuatu yang mendatangkan benefit yang mengagumkan.

1. Media sosial bagi manula

Keberadaan media sosial diyakini telah menjadi alat, atau pembantu bagi para kaum "manula" untuk merasa tak terlalu terisolasi dalam kehidupan ini.

Mungkin bagi kebanyakan dari kita pernah merasa, terkadang media sosial justru membuat kita sepeti sendiri dan terisolasi.

Tapi, pernahkah pula kita membayangkan, manfaat medsos bagi mereka yang sudah berusia lanjut?

Sungguh, sebuah akun Facebook -misalnya, bisa mendatangkan dampak yang sebaliknya bagi mereka.

Sebuah penelitian yang digelar di Inggris mempelajari dampak dari kepemilikan sebuah komputer terhadap sebuah kelompok responden yang terdiri dari orang-orang berusia 60-95 tahun.

Hasilnya, ada efek yang luar biasa baik bagi kelompok responden tersebut.

Mereka yang dilatih untuk menggunakan komputer mengalami akselerasi dalam hal perasaan bangga terhadap kompetensi personal.

Lalu, mereka pun kian berpartisipasi dalam lebih banyak aktivitas sosial. Kemampuan kognitif pun meningkat, dan mereka menunjukkan identitas pribadi yang lebih baik.

"Orang yang terisolasi secara sosial atau yang mengalami kesepian lebih rentan terhadap penyakit dan penurunan kondisi kesehatan."

Demikian dikatakan Dr. Thomas Morton, pimpinan dalam penelitian itu, seperti dikutip laman care2.com.

"Berangkat dari pemahaman itu, menemukan cara untuk membangun koneksi sosial menjadi hal yang amat penting."

Studi ini, kata Morton, telah menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang berguna untuk mewujudkan koneksi sosial.

Media sosial mendukung para manula untuk bersosialisasi yang akhirnya mendatangkan dampak yang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

2. Penderita penyakit kronis

Para penderita penyakit kronis tidak hanya menggunakan internet untuk mempelajari kondisi kesehatan mereka.

Namun, internet pun digunakan untuk terhubung dengan orang lain yang mengerti tentang apa yang mereka alami.

Dengan media sosial, mereka bisa meneliti biaya perawatan kesehatan, dan berdiskusi terkait kondisi mereka.

"Kelompok pendukung online membantu saya mempelajari penyakit ini dan memberikan kenyamanan untuk mengetahui bahwa gejala saya tidak 'hanya di kepala saya', dan membantu saya mengambil langkah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kronis."

Demikian kutipan sebuah komentar dalam forum online.

Tak hanya itu, ada pula yang mengaku sebagai warga di kota terpencil dan keberadaan forum online amat membantu dia dalam melawan penyakit kronisnya.

"Dengan internet, saya terbantu untuk menemukan orang lain yang mengalami kondisi yang sama dengan saya," begitu bunyi kesaksian tersebut.

3. Tujuan mencapai kesehatan

Berniat lari sejauh lima kilometer? Atau mungkin ingin menurunkan berat badan 10 kilogram?

Ada banyak aplikasi yang mendukung "cita-cita" itu.

Nah, sebuah penelitan mengungkap, mereka yang sedang berusaha menurunkan bobot tubuh dan membagikan perkembangannya di media sosial, mengalami akselerasi yang lebih cepat.

Kondisi itu -tentu saja, dibandingkan dengan mereka yang melakukan upaya serupa, namun hanya diam dan tak menyentuh media sosial.

Jadi, dukungan sosial memang memiliki arti yang penting dalam mendongkrak motivasi.

Untungnya, dukungan sosial itu kini tak mesti berupa interaksi tatap muka saja, bukan begitu?

4. Mempererat hubungan

Mungkin saja, 80 persen dari waktu kita berselancar di Facebook dipakai untuk memeriksa seberapa sukses, atau seberapa botak karib kita di masa SMA dulu.

Terlepas dari fakta itu, media sosial masih memiliki fungsi penting lainnya dalam menjaga tali silaturahmi.

Sebuah studi di Amerika Serikat terhadap 900 mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi mengungkap, 47 persen responden mengaku berkomunikasi dengan kawan yang menetap di daerah lain.

Lalu, ada 28 persen yang mengaku berkomunikasi di Facebook dengan orang-orang di kota yang sama.

Dan, ada 35 persen yang mengaku berkomunikasi dengan keluarga di Facebook.

5. Medsos dan dokter

Banyak dokter yang juga menggunakan media sosial untuk tujuan profesional.

Sebagian dari jumlah itu mengaku memakai medsos demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien.

Dengan demikian, dapat kita lihat bagaimana dokter akan memberikan layanan yang lebih baik bagi pasien, termasuk dengan metode pelayanan terkini dan efektif.

Hal itu dapat lebih mudah mereka dapatkan, berkat koneksi dengan sesama anggota komunitasnya.

6. Menebar kebahagiaan

Dalam analisis data unggahan di Facebook, terungkap bahwa suasana hati menyebar, dan pembaruan status positif sebenarnya memiliki dampak yang lebih besar dari yang dikira.

Setiap unggahan positif menyebarkan hal positif dalam jumlah yang lebih signifikan dibandingkan unggahan negatif.

"Saya pikir secara keseluruhan ini adalah kabar baik karena hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki mekanisme yang sekarang tidak kita miliki 10 tahun yang lalu."

"Mekanisme ini dapat secara dramatis memperkuat pesan positif yang kita kirim dan yang kita terima," kata peneliti James Fowler kepada Fast Co.Exist.

Rabu, 17 Oktober 2018

Masa Layak Pakai Gadget Apple


Masa Layak Pakai Gadget Apple

Para pemilik gadget biasanya memakai perangkatnya selama beberapa waktu, sebelum dipensiunkan dan diganti dengan membeli model baru. Untuk gadget besutan Apple macam iPhone, iPad, dan Watch, berapa lama masa layak pakainya secara rata-rata?

Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, analis industri dari Asymco, Horace Dediu menelaah jumlah perangkat Apple yang masih aktif dan yang telah “dipensiunkan”.

Dediu mengungkap jumlah perangkat Apple yang tengah aktif dan digunakan oleh pemiliknya, sebanyak 1,3 miliar unit, seperti diungkapkan sendiri oleh Apple dalam laporan keuangan terbarunya.

Jumlah penjualan gadget Apple secara kumulatif sebanyak 2,05 unit, kemudian dikurangi angka gadget aktif tersebut. Hasilnya, didapatkan bahwa 750 juta perangkat Apple telah dipensiunkan oleh pemiliknya sejauh ini.

“Penjualan perangkat secara kumulatif mencapai 750 juta unit pada kuartal ketiga 2013. Karena itu, masa pakai diperkirakan antara sekarang dengan kuartal III 2013 atau 17 kuartal, atau 4 tahun tiga bulan,” tulis Dediu dalam laporannya.

Grafik masa pakai perangkat Apple oleh Horace Dediu, berdasarkan penjualan kumulatif dan jumlah perangkat aktif. ASYMCO/ HORACE DEDIU Grafik masa pakai perangkat Apple oleh Horace Dediu, berdasarkan penjualan kumulatif dan jumlah perangkat aktif.

Dengan kata lain, empat tahun tiga bulan itulah rata-rata masa pakai perangkat Apple oleh pemilik. Setelahnya, perangkat cenderung dipensiunkan, entah dijual, dibuang, atau disimpan begitu saja, untuk diganti dengan perangkat baru.

Meski demikian, seperti dirangkum KompasTekno dari Apple Insider, Senin (5/3/2018), temuan Dediu berlaku untuk semua perangkat Apple secara keseluruhan, termasuk iPhone, iPad, hingga arloji pintar Watch dan komputer Mac.

Angka breakdown per perangkat tidak bisa dicari, karena Apple memang tidak membeberkan penjualan masing-masing kategori perangkat secara detail. Karena itu, boleh jadi beberapa macam perangkat, seperti komputer Mac, memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang dibanding perangkat lain.

Sementara itu, di industri smartphone, belakangan muncul tren konsumen yang memakai perangkat miliknya lebih lama sebelum membeli perangkat baru.

Keengganan upgrade ini disinyalir karena harga smartphone yang makin lama makin mahal dan tak menawarkan peningkatan berarti dibanding model terdahulu. Imbasnya, firma riset IDC mencatat pasaran smartphone mengalami penuruanan pada 2017 lalu.

Rabu, 26 September 2018

Hati-hati Jebatakan Rentenir Online


Hati-hati Jebatakan Rentenir Online

Di era internet ini, kanal pinjaman semakin banyak tersedia. Bila dahulu, kita hanya mengenal bank, lembaga pembiayaan (multifinance), koperasi, maka di era internet ini kita mengenal peer to peer lending, fintech lender, dan fintech aggregator.

Mengakses pinjaman zaman sekarang menjadi semakin mudah. Kemudahan memperoleh pinjaman ini bak pisau bermata dua. Satu sisi, kemudahan mengakses pinjaman akan menguntungkan bagi mereka yang memang sangat membutuhkan proses cepat.

Sisi lain, kemudahan ini membuat seseorang bisa lebih mudah terbelit utang tak berujung apabila dalam prosesnya kurang berhati-hati mencari pinjaman yang baik.

Salah satu hal yang perlu kita waspadai adalah, kehadiran rentenir online. Istilah ini kembali dilontarkan oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di media online pekan lalu untuk mengingatkan masyarakat terhadap tawaran pinjaman uang online berbunga sangat tinggi, jauh di atas bunga pinjaman perbankan.

Baca juga : Fintech Lending Jangan Jadi Digital Rentenir

Di luar negeri, biasanya disebut Shark Loan. Nah, seiring kehadiran internet, rentenir bukan hanya ada di pedesaan atau pasar-pasar. Mereka kini menyodorkan pinjaman bunga tinggi melalui jaringan online. Inilah yang disebut rentenir online.

Tanpa kecermatan mencari pinjaman, Anda bisa terjebak rayuan rentenir online dengan iming-iming dana cepat cair.

Sebab itu, ketahui lebih banyak ciri rentenir online dan cara kerja mereka. Ciri utama rentenir adalah mereka menyediakan pinjaman atau utang dengan beban bunga di luar kewajaran. Sebagai contoh, bunga pinjaman tanpa agunan yang berlaku di pasar saat ini rata-rata di kisaran 1 persen sampai 3 persen per bulan.

Ini adalah tingkat bunga pinjaman tanpa agunan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan resmi seperti bank, multifinance, hingga koperasi.

Baca juga : Presiden RI : Jangan Lagi Pinjam Modal ke Rentenir

Sedangkan para rentenir atau lintah darat bisa menawarkan pinjaman dengan bunga yang melampaui batas tersebut, sekitar 1 persen per hari atau setara 30 persen per bulan! Sangat mahal.

Tidak jarang ditemui kasus di mana pinjaman dana dari rentenir hitungan bunganya dipatok per jam. Hitungan bunga juga bunga berbunga sehingga sekali terjerat rentenir, akan sulit bagi seseorang untuk lepas.

Banyak kejadian di mana jerat rentenir atau si lintah darat ini memicu masalah lain yang pelik, mulai dari kriminalitas, konflik rumah tangga sampai hal-hal buruk lainnya.

Apa saja ciri-cirinya? 

1. Bunga pinjaman sangat mahal

Ini adalah ciri utama rentenir atau shark loan. Mereka mematok biaya pinjaman atau bunga di luar batas kewajaran. Misalnya, 1 persen per hari bahkan ada yang mematok bunga 1 persen tiap 12 jam. Mereka berani memasang bunga tinggi karena iming-iming persyaratan mudah dan pencairan dana pinjaman nan cepat.

Berapa tingkat bunga yang dibanderol rentenir, berbeda-beda tergantung keinginan si lintah darat. Mereka tidak dibatasi oleh regulator seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Syarat mudah dan cair cepat

Para rentenir memberi bunga sangat tinggi karena memberi iming-iming kecepatan pencairan dana dan kemudahan persyaratan mendapatkan pinjaman.

Bila bank atau penyedia pinjaman pada umumnya menerapkan syarat cukup ketat, mulai dari kejelasan identitas, histori kredit (BI Checking), sampai syarat agunan; maka syarat dari rentenir, syaratnya dibuat sangat mudah.

Cukup memberi fotokopi identitas dan foto diri misalnya. Tanpa syarat BI checking dan syarat kartu kredit.

3. Aturan bunga dibuat sesukanya

Ketika si peminjam gagal membayar pinjaman, katakanlah sampai 2 bulan, si pemberi pinjaman bisa saja mewajibkan peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat.

Semakin lama menunda pembayaran, peminjam dipaksa menanggung bunga yang luar biasa besar. Bunga yang terus menerus menjerat ini terus menghisap peminjam sampai nilai utang jadi membengkak.

4. Bila kredit macet, mereka menawarkan utang baru

Ciri berikutnya adalah, ketika ada pinjaman yang macet, pemberi pinjaman biasanya tak segan menawarkan utang baru untuk menutup utang lama.

Gali lobang tutup lobang pun terjadi tanpa ada keinginan untuk menolong peminjam supaya masalah utangnya menemukan jalan keluar. Yang terjadi, peminjam semakin sulit keluar dari jeratan utang.

5. Rentenir tidak segan memakai cara kasar

Ketika pembayaran utang mulai terhambat, pemberi pinjaman tak segan melakukan tindakan kekerasan saat menagih pembayaran utang.

Rentenir online memakai jasa debt collector agar si peminjam takut sehingga mau tidak mau akan membayar utangnya sesuai hitungan peminjam tanpa membuka ruang kompromi.

Bank memang memakai jasa debt collector untk menangani kasus kredit bermasalah. Namun, bank atau lembaga keuangan resmi dibatasi oleh aturan penagihan yang sudah ditetapkan oleh regulator, yakni peraturan Bank Indonesia. Sebaliknya, para rentenir beroperasi tanpa pengawasan regulator.

Itulah sejumlah ciri rentenir online yang perlu Anda ketahui agar Anda lebih berhati-hati mencari pinjaman. Selamat mengatur keuangan pribadi dan meraih tujuan finansial.

Kamis, 09 Agustus 2018

Liburan ke Korea, Kita Bisa Pinjam Peralatan Piknik Gratis Disana


Liburan ke Korea, Kita Bisa Pinjam Peralatan Piknik Gratis Disana


Berlibur ke "Negeri Gingseng" nampaknya kini semakin mudah. Wisatawan tak perlu repot membawa peralatan piknik bahkan tripod, untuk menikmati indahnya Korea.

Pusat Informasi Wisata Korea Tourism Organization (KTO) menyediakan layanan peminjaman barang kepada wisatawan, mulai 1 Februari 2018.

Layanan ini hadir untuk mengatasi keengganan wisatawan yang harus membeli atau membawa barang-barang yang hanya diperlukan ketika berjalan-jalan.

Jadi wisatawan tak perlu repot membeli atau membawa barang-barang yang hanya diperlukan saat itu saja. Terlebih perjalanan udara dari Indonesia cukup sulit jika harus membawa perlengkapan seperti tripod dan lainnya.

Apa saja yang bisa dipinjam oleh wisatawan?

Wisatawan dapat meminjam berbagai keperluan piknik. Mulai dari portable power bank, adaptor, tripod, kursi lipat untuk piknik, tikar lipat, payung, dan lainnya.

Caranya, wisatawan tinggal menginformasikan keperluannya ke Pusat Wisata Informasi KTO. Juga menginformasikan durasi liburan di Korea dan menyerahkan deposit sebelum meminjam barang yang diinginkan.

Pusat Wisata Informasi KTO ini berada di pusat kota Seoul, dekat dari pusat perbelanjaan Myeongdong, sungai Cheonggyecheon, Insadong, dan tujuan-tujuan wisata utama lainnya, serta dapat diakses dengan mudah oleh transportasi umum.

Dalam siaran pers tersebut, tertulis barang seperti adaptor, power bank, payung dapat dipinjam selama masa liburan di Korea. Sedangkan beberapa barang lainnya harus dikembalikan dalam waktu 24 jam.

Selain meminjam barang, wisatawan juga dapat mendapatkan informasi perjalanan selama di Korea, mencoba Hanbok, kesenian dan kerajinan tradisional Korea secara gratis. Selain itu, mushala juga disediakan untuk wisatawan Muslim.

Layanan ini beroperasi setiap hari dari jam 09.00 – 18.00. (*)

Jumat, 09 Februari 2018

Benarkah Berbicara Sendiri Bikin Sehat?


Benarkah Berbicara Sendiri Bikin Sehat?

Pernahkah Anda berbicara dengan diri Anda sendiri? Mungkin banyak orang berpikir bicara sendiri atau self-talk terkait erat dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia atau semacamnya.

Akibatnya, banyak orang merasa tidak nyaman berbicara dengan diri sendiri. Padahal,  hal tersebut tak sepenuhnya benar.

James McConnell, seorang ahli biologi dan ahli psikologi hewan Amerika, mengatakan bahwa berbicara sendiri sebenarnya sehat secara psikologis. Hal serupa juga diungkapkan oleh Jill Bolte Taylor, seorang ahli saraf.

Membuat Fokus

Taylor dalam bukunya yang berjudul My Stroke of Insight menyebut bahwa berbicara kepada diri sendiri dengan keras dapat membuat pikiran lebih fokus. Bahkan, cara ini bisa disebut sebagai "alat yang hebat" (untuk membuat pikiran fokus).

Selain kedua ahli tersebut, para ahli lain juga punya pandangan serupa. Misalnya Gary Lupyan dan Daniel Swingley dalam laporannya di The Quarterly Journal of Experimental Psychology, menyebut bahwa berbicara dengan diri sendiri juga berfungsi sebagai pidato mandiri.

Cara ini juga disebut membuat kita lebih mudah untuk mendeteksi keberadaan benda yang dicari. Dengan mengutarakan nama benda secara keras membuat kita lebih mudah membayangkan bentuk benda tersebut dibandingkan hanya memikirkannya saja.

Fenomena ini disebut dengan hipotesis timbal balik.

Merasa Lebih Baik

Sayangnya, belum jelas bagaimana hipotesis timbal balik ini dapat diterapkan pada konsep kebahagiaan. Mungkinkah saat kita mengucapkan kebahagiaan pada diri sendiri membuatnya menjadi ada?

Ternyata hal ini bisa dibuktikan oleh penelitian dari University of California, Los Angeles. Penelitian tersebut menemukan bahwa siswa yang mengulangi penegasan (kalimat) positif menunjukkan tingkat hormon stres yang lebih rendah.

Sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam Personality and Social Psychology Bulletin oleh tim peneliti dari Columbia, Berkeley, dan Google menyebut bahwa penegasan positif membantu orang yang berada di posisi terendah untuk menunjukkan sisi yang lebih baik.

Lebih Terorganisir

Dalam tulisannya di PsychCentral yang berjudul "Talking to Yourself: A Sign of Sanity", psikolog Linda Sapadin menyebut bahwa berbicara pada diri sendiri membuat kita memusatkan perhatian, mengendalikan emosi, dan mencegah gangguan.

Sapadin menyebut bahwa ini mungkin cara terbaik bagi beberapa orang untuk berorganisasi. Seperti orang yang membuat daftar tugas atau menggambar, mungkin bagi beberapa orang, pekerjaan lebih mudah jika dilakukan sambil mengucapkannya keras-keras.

Hal ini juga dijelaskan oleh Matt Duczeminski dalam bukunya 6 Benefits of Talking to Yourself (No, You’re Not Crazy). Duczeminski menyebut bahwa berbicara melalui pemikiran Anda membantu membedakan mana tugas besar dan kecil.

Tak Semua Bermanfaat

Sayangnya, tak semua self-talk bermanfaat. Salah satu contoh berbicara pada diri sendiri yang tak bermanfaat adalah membicarakan kegagalan.

"Pembicaraan diri seperti itu lebih buruk daripada tidak berbicara sama sekali," ungkap Sapadin.

Hubungan antara self-talk negatif dengan depresi juga cukup kuat. Biasanya orang yang terlibat dalam pengalaman self-talk negatif mengalami stres dan kesehatan yang menurun, baik secara psikologis maupun fisik.

Pakar bahasa Steven Hayes mengibaratkan pikiran negatif seperti penumpang di jok belakang mobil yang sedang Anda kendarai. Anda mendengarnya berbicara, tapi fokus Anda seharusnya berada di depan tugas.

Untuk mengatasi self-talk negatif ini, kita bisa memberinya sebuah nama. Ini speerti yang dilakukan oleh Brene Brown, pengarang The Gifts of Imperfection and Daring Greatly.

Brown memberi nama kritikus batinnya The Gremlin. Dia menyebut hal ini membuat suara di kepalanya lebih ringan.

Mengkonsumsi Parasetamol dan Ibuprofen Bisa Pengaruhi Emosi?


Mengkonsumsi Parasetamol dan Ibuprofen Bisa Pengaruhi Emosi?

Parasetamol dan ibuprofen selama ini dikenal sebagai obat pereda nyeri atau antiinflamasi yang mudah didapatkan orang. Tapi siapa sangka, konsumsi kedua obat tersebut ternyata mempengaruhi pikiran dan emosi kita saat memakainya.

Hal ini ditegaskan oleh temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Policy Insights from the Behavioural and Brain Sciences. Para peneliti dari University of California menemukan sejumlah dampak pemakaian kedua obat pereda rasa sakit tersebut.

Kurang Peka

Para peneliti menemukan dampak kedua obat tersebut dapat mengurangi kepekaan kita terhadap pengalaman emosional yang menyakitkan. Tak hanya itu, kepekaan terhadap benda atau objek yang membangkitkan emosi.

Temuan ini didapatkan para peneliti setelah melakukan eksperimen yang melibatkan suntikan ibuprofen.

Dalam percobaan tersebut, wanita yang mendapatkan suntikan tersebut melaporkan bahwa mereka lebih tidak merasa sakit hati dengan pengalaman emosional yang menyakitkan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebaliknya, pria yang mendpaat suntikan justru mengalami rasa sakit secara emosional lebih sering.

Sebagai penguat temuannya, para peneliti kemudian membuat percobaan tambahan dengan menggunakan parasetamol. Hasilnya, para peserta yang diberi parasetamol kurang mampu membedakan foto-foto yang menyenangkan dan tidak jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Kurang Berempati

Setelah melakukan serangkaian percobaan, para peneliti juga menemukan bahwa obat pereda nyeri memberikan efek pada kemampuan kita berempati.

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi parasetamol lebih tidak bisa merasakan emosi saat membaca kisah pengalaman menyakitkan (fisik maupun emosional) orang lain. Selain itu, mereka juga kurang menunjukkan rasa hormat pada tokoh kisah tersebut.

Membuat Banyak Kesalahan

Dalam laporannya, para peneliti juga menyebut bahwa obat-obatan tersebut mungkin mempengauhi bagaimana otak kita memproses informasi.

Pada peserta yang mengonsumsi parasetamol membuat lebih banyak kesalahan saat percobaan yang melibatkan sebuah permainan di mana mereka diminta untuk melakukan sesuatu. Saat mereka diminta untuk tidak melakukan sesuatu pun, mereka tetap melakukan kesalahan.

Membuat Tidak Nyaman

Temuan yang paling menarik dari penelitian ini adalah obat-obatan ini menyebabkan ketidaknyamanan ketika orang harus dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka menjual benda yang dimiliki. Orang yang mengonsumsi obat-obat pereda nyeri tersebut akan menetapkan harga lebih murah jika dibandingkan orang yang mendapatkan plasebo (obat kosong yang diberikan pada kelompok kontrol, red).

"Di banyak cara, temuan ini cukup menggelisahkan," tulis para peneliti dalam laporan tersebut dikutip dari International Business Times.

"Konsumen berasumsi bahwa ketika mereka mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dapat dibeli dengan mudah, itu akan mengurangi gejala sakit fisik mereka, namun mereka tidak mengantisipasi efek psikologis yang lebih luas," sambungnya.

Meski begitu, para peneliti menyarankan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak obat-obatan ini. Selain itu, mereka juga berharap adanya peraturan atau kebijakan baru jika temuan mereka dikonfirmasi.

Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Giza


Makam Berusia 4.400 Tahun Ditemukan di Giza

Para arkeolog Mesir yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Mostafa Waziri baru saja mengumukan penemuan sebuah makam berusia 4.400 tahun di dekat pemakaman barat Giza, sekitar 20 kilometer dari Kairo.

Menurut menteri Khaled al-Enany, makam tersebut milik Hetpet, seorang pendeta wanita yang melayani dewi kesuburan, musik, dan tarian Hathor.

Al-Enany juga berkata bahwa makam tersebut berasal dari Dinasti Kelima Mesir yang berlangsung dari 2465 SM hingga 2323 SM. Pada masa tersebut, Mesir berjaya di bawah pimpinan Firaun, dan berbagai piramida serta istana dibangun.

Di dalam makam tersebut, para arkeolog menemukan nama Hetpet, berbagai gelarnya, lukisan dan artefak-artefak penting, termasuk sebuah baskom persucian.

Berbicara kepada Agence France-Presse, Waziri mengatakan, makam berada pada kondisi yang sangat baik. Ada gambaran berwarna mengenai pemandangan-pemandangan tradisional: hewan merumput, memancing, menangkap burung, persembahan, pengorbanan, tentara, dan mengumpulkan buah-buahan.

Namun, yang paling menarik bagi tim arkeolog adalah gambaran musik dan tarian yang menghiasi makam Hetpet. Salah satunya bahkan menunjukkan dua monyet yang sedang makan buah sambil menari di depan orkestra.

“Pemandangan tersebut sangat langka... dan hanya pernah ditemukan sekali di makam Ka-Iber. Sebuah lukisan di sana menunjukkan seekor monyet menari di depan pemain gitar, bukan orkestra, ujar Waziri.

Menteri El-Enany kemudian berkata bahwa penggalian akan dilanjutkan untuk menemukan lebih banyak hal menarik lainnya. ”Kita akan terus menggali di area ini dan aku yakin kita akan segera menemukan sesuatu,” ujarnya.

Dia pun optimis bahwa temuan-temuan baru ini akan membantu mengembalikan industri turisme Mesir yang menurun drastis sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 2011.