BISNIS

Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2018

Hati-hati Jebatakan Rentenir Online


Hati-hati Jebatakan Rentenir Online

Di era internet ini, kanal pinjaman semakin banyak tersedia. Bila dahulu, kita hanya mengenal bank, lembaga pembiayaan (multifinance), koperasi, maka di era internet ini kita mengenal peer to peer lending, fintech lender, dan fintech aggregator.

Mengakses pinjaman zaman sekarang menjadi semakin mudah. Kemudahan memperoleh pinjaman ini bak pisau bermata dua. Satu sisi, kemudahan mengakses pinjaman akan menguntungkan bagi mereka yang memang sangat membutuhkan proses cepat.

Sisi lain, kemudahan ini membuat seseorang bisa lebih mudah terbelit utang tak berujung apabila dalam prosesnya kurang berhati-hati mencari pinjaman yang baik.

Salah satu hal yang perlu kita waspadai adalah, kehadiran rentenir online. Istilah ini kembali dilontarkan oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di media online pekan lalu untuk mengingatkan masyarakat terhadap tawaran pinjaman uang online berbunga sangat tinggi, jauh di atas bunga pinjaman perbankan.

Baca juga : Fintech Lending Jangan Jadi Digital Rentenir

Di luar negeri, biasanya disebut Shark Loan. Nah, seiring kehadiran internet, rentenir bukan hanya ada di pedesaan atau pasar-pasar. Mereka kini menyodorkan pinjaman bunga tinggi melalui jaringan online. Inilah yang disebut rentenir online.

Tanpa kecermatan mencari pinjaman, Anda bisa terjebak rayuan rentenir online dengan iming-iming dana cepat cair.

Sebab itu, ketahui lebih banyak ciri rentenir online dan cara kerja mereka. Ciri utama rentenir adalah mereka menyediakan pinjaman atau utang dengan beban bunga di luar kewajaran. Sebagai contoh, bunga pinjaman tanpa agunan yang berlaku di pasar saat ini rata-rata di kisaran 1 persen sampai 3 persen per bulan.

Ini adalah tingkat bunga pinjaman tanpa agunan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan resmi seperti bank, multifinance, hingga koperasi.

Baca juga : Presiden RI : Jangan Lagi Pinjam Modal ke Rentenir

Sedangkan para rentenir atau lintah darat bisa menawarkan pinjaman dengan bunga yang melampaui batas tersebut, sekitar 1 persen per hari atau setara 30 persen per bulan! Sangat mahal.

Tidak jarang ditemui kasus di mana pinjaman dana dari rentenir hitungan bunganya dipatok per jam. Hitungan bunga juga bunga berbunga sehingga sekali terjerat rentenir, akan sulit bagi seseorang untuk lepas.

Banyak kejadian di mana jerat rentenir atau si lintah darat ini memicu masalah lain yang pelik, mulai dari kriminalitas, konflik rumah tangga sampai hal-hal buruk lainnya.

Apa saja ciri-cirinya? 

1. Bunga pinjaman sangat mahal

Ini adalah ciri utama rentenir atau shark loan. Mereka mematok biaya pinjaman atau bunga di luar batas kewajaran. Misalnya, 1 persen per hari bahkan ada yang mematok bunga 1 persen tiap 12 jam. Mereka berani memasang bunga tinggi karena iming-iming persyaratan mudah dan pencairan dana pinjaman nan cepat.

Berapa tingkat bunga yang dibanderol rentenir, berbeda-beda tergantung keinginan si lintah darat. Mereka tidak dibatasi oleh regulator seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Syarat mudah dan cair cepat

Para rentenir memberi bunga sangat tinggi karena memberi iming-iming kecepatan pencairan dana dan kemudahan persyaratan mendapatkan pinjaman.

Bila bank atau penyedia pinjaman pada umumnya menerapkan syarat cukup ketat, mulai dari kejelasan identitas, histori kredit (BI Checking), sampai syarat agunan; maka syarat dari rentenir, syaratnya dibuat sangat mudah.

Cukup memberi fotokopi identitas dan foto diri misalnya. Tanpa syarat BI checking dan syarat kartu kredit.

3. Aturan bunga dibuat sesukanya

Ketika si peminjam gagal membayar pinjaman, katakanlah sampai 2 bulan, si pemberi pinjaman bisa saja mewajibkan peminjam membayar bunga hingga tiga kali lipat.

Semakin lama menunda pembayaran, peminjam dipaksa menanggung bunga yang luar biasa besar. Bunga yang terus menerus menjerat ini terus menghisap peminjam sampai nilai utang jadi membengkak.

4. Bila kredit macet, mereka menawarkan utang baru

Ciri berikutnya adalah, ketika ada pinjaman yang macet, pemberi pinjaman biasanya tak segan menawarkan utang baru untuk menutup utang lama.

Gali lobang tutup lobang pun terjadi tanpa ada keinginan untuk menolong peminjam supaya masalah utangnya menemukan jalan keluar. Yang terjadi, peminjam semakin sulit keluar dari jeratan utang.

5. Rentenir tidak segan memakai cara kasar

Ketika pembayaran utang mulai terhambat, pemberi pinjaman tak segan melakukan tindakan kekerasan saat menagih pembayaran utang.

Rentenir online memakai jasa debt collector agar si peminjam takut sehingga mau tidak mau akan membayar utangnya sesuai hitungan peminjam tanpa membuka ruang kompromi.

Bank memang memakai jasa debt collector untk menangani kasus kredit bermasalah. Namun, bank atau lembaga keuangan resmi dibatasi oleh aturan penagihan yang sudah ditetapkan oleh regulator, yakni peraturan Bank Indonesia. Sebaliknya, para rentenir beroperasi tanpa pengawasan regulator.

Itulah sejumlah ciri rentenir online yang perlu Anda ketahui agar Anda lebih berhati-hati mencari pinjaman. Selamat mengatur keuangan pribadi dan meraih tujuan finansial.

Jumat, 09 Februari 2018

Alasan Pendapatan Sopir Uber Pria Lebih Besar Dari Sopir Uber Wanita


Alasan Pendapatan Sopir Uber Pria Lebih Besar Dari Sopir Uber Wanita

Seperti perusahaan teknologi di Silicon Valley lainnya, Uber pun menghadapi tuduhan diskriminasi gender yang mengarah ke kesenjangan penghasilan (gender pay gap).

Uber dituduh memberlakukan sistem yang mendiskriminasi pekerja perempuan, termasuk sopir, sehingga memengaruhi penghasilan mereka.

Namun, berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University dan University of Chicago menunjukkan fakta berbeda.

Mengambil sample dari satu juta sopir Uber, peneliti mengemukakan jika sopir pria Uber memperoleh pendapatan 7 persen lebih besar dibanding sopir Uber wanita.

Alasannya, sopir pria cenderung lebih cepat dalam mengendarai kendaraan, sehingga bisa mengambil jam kerja lebih lama, dan memilih lokasi yang lebih menguntungkan dibanding sopir wanita.

" Sopir pria lebih banyak pengalamannya daripada sopir wanita dengan mengemudi lebih banyak tiap minggu dan jarang berhenti", begitu rangkuman penelitian tersebut.

Para peneliti meyimpulkan, pengalaman lebih banyak yang dimiliki sopir pria berimbas ke peningkatan penghasilan mereka tiap jam.

hal ini mengejutkan untuk menjawab masalah gender pay gap ini. Sebab, dalam penghitungannya, Uber menggunakan algoritma yang gender-blind alias tidak mengacu pada gender tertentu.

Algoritma yang digunakan antara sopir pria dan wanita adalah sama. Tidak ada tawar-menawar penghasilan atau tambahan uang lembur jika mengambil jam kerja ekstra.

"Penelitian kami juga menemukan bahwa rata-rata pengendaraan dan pembatalan hampir setara antar kedua gender, dan kami tidak menemukan diskriminasi langsung, baik melalui aplikasi maupun pengendara yang menyebabkan kesenjangan penghasilan", imbuh peneliti.

Diskriminasi gender tak hanya terjadi pada perusahaan teknologi di Silicon Valley. Menurut laporan Global Gender Gap dari World Economic Forum pada 2017, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat ke-49 dari 144 negara dengan angka gender pay gap terkecil di dunia.
Sedangkan Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-84 dari 144 negara dengan skor 0,691.

Ini 6 Pekerjaan Paling Dicari Di ASIA


Ini 6 Pekerjaan Paling Dicari Di ASIA

Perusahaan-perusahaan di Asia dilaporkan susah payah mencari kandidat dalam beberapa bidang pekerjaan. Ini adalah hasil riset yang dilakukan oleh perusahaan rekrutmen global Hays.

Mengutip CNBC, Kamis (8/2/2018), untuk mencari kandidat-kandidat potensial tersbut, perusahaan pun tidak segan untuk melempar jaring seluas-luasnya dan sejauh-jauhnya.

Dalam riset tersebut, Hays melakukan survei terhadap 3.000 perusahaan yang mencakup 15 industri.

Riset bertajuk Hays' 2018 Asia Salary Guide tersebut menemukan bahwa 37 persen atau lebih dari sepertiga perusahaan di Asia berpikir mereka kekurangan talenta yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis saat ini dan di tahun mendatang.

Dari riset tersebut pun terungkap 6 pekerjaan yang paling dicari di Asia. Secara berurutan, jenis pekerjaan tersebut antara lain di bidang akuntansi dan keuangan, teknik, teknologi informasi (TI), pemasaran dan digital, operasional, serta penjualan.

Perusahaan-perusahaan mencari talenta baru di bidang-bidang tersebut. Mereka pun mencari kandidat tidak hanya di dalam negeri, namun juga hingga ke luar negeri.

60 persen perusahaan yang disurvei di China, Hong Kong, Jepang, Malaysia, dan Singapura mengaku mereka pun akan mempertimbangkan merekrut atau mensponsori kandidat dari luar negeri yang memenuhi kualifikasi.

Laporan tersebut pun menemukan bahwa bidang pekerjaan yang paling sulit direkrut adalah di bidang sales atau penjualan.

Perusahaan yang merekrut dalam tiga jenjang pengalaman mengaku kesulitan dalam mengisi posisi pekerjaan di bidang penjualan.

Beberapa bidang pekerjaan lain yang dianggap sulit dalam menemukan kandidat yang tepat antara lain perbankan, distribusi, riset dan pengembangan, hukum, serta rantai pasok (supply chain).

Namun demikian, meskipun ada kekurangan kandidat yang memiliki keterampilan khusus semacam itu, 66 persen perusahaan mengaku yakin atau sangat yakin bahwa mereka akan dapat menemukan kandidat yang tepat dalam waktu 12 bulan ke depan.

Namun, 34 persen perusahaan masih ragu, mengaku mereka tidak terlalu atau sama sekali tidak yakin

Bayar SPT Dipermudah Ditjen Pajak


Bayar SPT Dipermudah Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ( Ditjen Pajak Kemenkeu) berkomitmen untuk mempermudah Wajib Pajak (WP) melakukan penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan ( SPT). 

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9 Tahun 2018. Beleid ini menyederhanakan beberapa poin aturan terkait SPT.

Apa saja penyederhanaan terkait SPT ini? 

Pertama terkait pembayaran (payment) untuk wajib pajak (WP) badan selama ini mencapai 43 kali dalam setahun. Dalam beleid ini, durasinya diturunkan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, penurunan durasi pelaporan SPT ini diharapkan dapat memudahkan pelaporan pajak.

Kedua, bila ada WP yang SPT tahunannya rugi dan kemudian tak ada PPh pasal 25 yang harus dibayarkan setiap bulan, maka dengan aturan ini mereka tak perlu lapor SPT.

"Selama ini tetap (lapor), sekarang dihilangkan kewajiban itu," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (7/2/2018).

Ketiga, terkait SPT PPh 21 dan 26. Kalau tiap bulan tidak ada karyawan yang dipotong gajinya untuk pajak karena misalnya gajinya di bawah PTKP semua, maka tak perlu lapor SPT, Kecuali untuk yang masa Desember karena itu bicara setahun PPh 21, imbuhnya.

Keempat, jika semula SPT untuk bendahara pemerintah atau BUMN jika membeli barang harus memungut PPN dan lapor SPT, saat ini bila tidak ada yang dipungut pada satu masa, maka BUMN tak perlu melaporkan.

Kelima, terkait PPN Barang Kena Pajak (BKP) tidak berwujud, aturan lama, WP itu harus menyetor 10 persen dari nilainya dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) dan harus lapor ke KPP bila ada pembelian barang tak berwujud dari luar negeri, seperti software atau film.

Namun dalam aturan baru, kewajiban pelaporannya dihilangkan sepanjang SSP sudah dibayarkan, dan sudah dapat Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN).

Administrasi Pelaporan SPT

Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center of Indonesia Taxation Analysis mengatakan, upaya pemerintah menyederhanakan pelaporan PST cukup baik.

Namun pemerintah juga perlu memastikan apakah sistem administrasi yang ada sudah mendukung dan memudahkan WP.

"Termasuk petugas saat menerima dan mengolah SPT," ujarnya.

Menurutnya waktu jatuh tempo SPT masa PPh 21 di bulan Desember perlu diperpanjang agar subtansi pelaporannya benar.

Trik Berburu rumah Idaman Saat Pameran Properti


Trik Berburu rumah Idaman Saat Pameran Properti

Anda sedang mencari rumah untuk tempat tinggal bersama keluarga? Atau, mencari rumah yang akan menjadi investasi Anda? Mencari rumah idaman, apakah untuk ditinggali atau sebagai investasi pribadi, bukan hal mudah.

Langkah pertama Anda mungkin mencoba melakukan riset dengan berselancar di internet. Mendatangi situs jual beli properti, menghubungi agen properti, atau mencoba mendatangi langsung lokasi tempat properti incaran berada.

Membeli rumah memang menguras banyak waktu dan tenaga selain, tentu saja, memakan banyak uang. Maka itu, bila ada kesempatan mencari properti incaran dengan cara efektif, jangan Anda sia-siakan. Misalnya, dengan mendatangi pameran properti.

Setiap tahun biasanya ada pameran properti besar yang digelar oleh para developer, bank atau pemerintah. Waktu pagelarannya biasanya saat awal tahun seperti saat ini.

Namun, meski bisa dimanfaatkan menjadi ajang yang efektif untuk mencari properti idaman, tidak sedikit orang yang malah kebingungan berburu rumah di hajatan pameran properti seperti itu.

1.Tentukan lokasi rumah

Sebelum mendatangi acara pameran, pastikan Anda sudah memiliki lokasi incaran. Soalnya, saat pameran properti apalagi yang terbilang besar, akan sangat banyak produk properti yang ditawarkan dengan lokasi beragam hingga seluruh Indonesia.

Jadi, dengan mengantongi lokasi incaran, paling tidak Anda bisa menghemat waktu untuk fokus hanya mencari penawaran properti di wilayah tersebut.

Misalnya, Anda menginginkan properti di wilayah Serpong, Anda bisa fokus hanya melihat penawaran properti di seputar kawasan tersebut.

Dus, saat ada penawaran properti dari Bekasi, misalnya, atau luar Jabodetabek, Anda tidak perlu terdistraksi.

2.Tentukan anggaran dan tipe rumah

Ini juga sangat penting. Rumah harganya mahal, semua orang menyadari hal itu. Jadi, supaya perburuan efektif, Anda perlu memastikan sejak berangkat dari rumah: berapa anggaran dan tipe rumah yang Anda butuhkan.

Misalnya, anggaran Anda maksimal Rp 1 miliar dengan luas tanah sekitar 100 meter persegi. Dengan begitu, saat para agen properti melambaikan flyer properti dengan harga di atas itu, Anda enggak perlu berbelok arah.

O, ya, tentukan juga sedari mula apakah Anda tidak keberatan bila rumah incaran ternyata masih inden?

Atau, Anda hanya mau membeli rumah yang sudah jadi? Biasanya, sih, rumah inden harganya bisa lebih murah ketimbang kelak saat sudah jadi. Cuma, pertimbangkan lagi sesuai kenyamanan dan kebutuhan Anda.

3.Tentukan cara pembelian

Hal ini juga penting. Ada banyak pilihan cara membeli properti yaitu beli tunai keras, beli tunai bertahap (beberapa pengembang biasanya memberikan pilihan tunai bertahap mulai 12 bulan sampai 60 bulan), membeli dengan fasilitas KPR, membeli dengan KPR dan cicilan uang muka, dan sebagainya.

Bila memakai KPR, Anda sudah bisa menghitung berapa kira-kira besar cicilan dengan budget yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Ada berbagai skema yang ditawarkan oleh para pengembang.

Misalnya, ada pengembang yang menetapkan DP besar, DP kecil, DP dengan cicilan bertahap, promo bunga karena ada kerjasama dengan bank tertentu, dan lain sebagainya.

4.Lihat reputasi pengembang

Pameran properti biasanya diiikuti oleh puluhan bahkan ratusan pengembang properti. Mulai pengembang kelas kakap hingga pengembang kelas teri.

Apabila Anda tidak bermasalah membeli rumah inden, boleh jadi memilih properti yang dikembangkan oleh developer besar akan lebih kecil risikonya.

Sebaliknya, Anda perlu menyadari risiko bila membeli rumah inden di pengembang yang masih kecil.

Supaya enggak perlu buang waktu untuk berkeliling tanpa tujuan, cermati saja daftar peserta pameran. Biasanya ada peta stan developer yang memudahkan Anda mendatangi dan melihat penawaran mereka.

5.Jangan pergi sendiri

Bila Anda sudah berkeluarga, akan lebih baik bila Anda mengajak pasangan untuk ikut ke pameran.

Membeli properti bukan seperti membeli wajan penggorengan. Anda akan perlu mata dan kepala lain untuk ikut memberikan pandangan dan pendapat.

Bila Anda masih lajang, ajaklah teman supaya Anda punya tempat bertukar pikiran terutama saat menghadapi rayuan para agen properti.

Ingat, membeli properti tidak boleh terburu-buru. Harus ditimbang matang agar tidak ada penyesalan.

6.Bawa berkas kelengkapan pengajuan

Apabila Anda sudah memutuskan hanya bisa membeli rumah dengan KPR, maka tidak ada salahnya Anda sekaligus menyiapkan berbagai berkas pelengkap pengajuan KPR.

Soalnya, biasanya banyak bank yang menggelar promo bunga murah saat pameran properti bila ada orang yang langsung bertransaksi saat itu juga.

Jadi, siapkan saja sekalian berkas pelengkap pengajuan KPR. Beberapa berkas yang biasa dipersyaratkan untuk pengajuan KPR. 

Berkasnya antara lain, KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah, Buku tabungan, NPWP, Slip Gaji. Bawa dokumen asli sekaligus fotokopinya.

7.Siapkan dana untuk booking fee

Terakhir, jangan lupa menyiapkan sejumlah dana untuk melakukan booking fee atau pemesanan properti incaran. Jadi, saat sudah menemukan properti sesuai kriteria, Anda bisa “menguncinya” dengan memberikan booking fee.

Booking fee dipatok beragam, mulai Rp 1 juta sampai Rp 10 juta juga ada. Tergantung pada jenis properti dan harganya. Uang pemesanan itu berisiko hangus bila ternyata Anda membatalkan pembelian.